4 Juni 2010
bermalam di mojokerto
hari itu,..
ku mendapat tugas untuk menemani kawan2 pengelana jalan membetulkan gardannya.
segera kita melaju secepat kilat ke mojokerjo, membawa peralatan y diperlukan dan man in action di sana.
waktu itu, kita perlu bli klaker gardan. terpaksa harus beli di kota mojokerto. sewaktu dl perjalanan. kita mengeluh.
kenapa jalannya kok rusak berat kaya gini sih? keluhku.
ya, ini gara2 pajak tidak digunakan sebagai mestinya untuk memperbaiki jalan umum y dilewati truck.
padahal tiap hari jalan ini dilewati tronton, fuso dll. pantas saja jalan cepet rusak. Namun, pemerintah tak kunjung
tanggap. Meski para pengemudi tetap membayar pajak. alhasil, jalan pun tak kunjung diperbarui. Jawab p bud.
Ni kemungkinan byk gayus di dinas pemerintah. tambah p bud
tapi kenapa kok banyak gayus? tanyaku balik.
Ni gara 2 bnyk guru bermental pegawai, guru skr tidak merasa bertanggung jawab terhadap kesuksesan muridnya.
mereka hanya berkuajiban mentransfer ilmu pelajaran saja. tidak pernah mengecek apakah pelajaran tersebut
sudah masuk kedalam diri muridnya atau tidak.
kemungkinan yang kedua adalah pendidikan sekolah yang semakin mahal. sehingga tidak aneh apabila setelah
mereka lulus. mereke pasti merasa berkuajiban untuk mengembalikan seluruh biaya pendidikan yang dulunya mereka
keluarkan. tidak aneh juga apabila mereka mengambil jalan pintas untuk melakukannya. karena memang jarang
guru mengajarkan tentang moral dan memberi contoh yang baik kepada murid.